Karangturi, Sumbang – Minyak jelantah merupakan limbah rumah tangga yang sering kali dibuang begitu saja ke saluran air atau tanah. Padahal, pembuangan minyak jelantah secara sembarangan dapat mencemari lingkungan dan menyebabkan penyumbatan saluran air. Sebagai upaya meningkatkan kepedulian terhadap pengelolaan limbah rumah tangga, Mahasiswa KKN Tematik Kebencanaan Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Kelompok 15 menyelenggarakan Pelatihan Pembuatan Sabun dari Minyak Jelantah pada 2 Agustus 2026 di Posko KKN Perempuan Desa Karangturi. Kegiatan ini diikuti oleh anak-anak Desa Karangturi yang antusias mempelajari cara mengolah limbah menjadi produk yang bermanfaat.
Pelatihan ini merupakan salah satu program kerja Divisi Lingkungan dan Kebencanaan yang bertujuan untuk memberikan edukasi mengenai pentingnya pengelolaan limbah rumah tangga sekaligus mengenalkan pemanfaatan minyak jelantah sebagai bahan baku pembuatan sabun. Selain memberikan pengetahuan mengenai dampak negatif pembuangan minyak jelantah terhadap lingkungan, kegiatan ini juga mengajak peserta untuk memahami bahwa limbah rumah tangga dapat diolah kembali menjadi produk yang memiliki nilai guna bahkan berpotensi memiliki nilai ekonomi.
Kegiatan diawali dengan penyampaian materi mengenai pengertian minyak jelantah, dampak penggunaan minyak goreng secara berulang, serta bahaya pembuangan minyak jelantah secara sembarangan. Materi disampaikan secara sederhana dan interaktif agar mudah dipahami oleh peserta. Mahasiswa KKN juga memperkenalkan alat dan bahan yang digunakan dalam proses pembuatan sabun, seperti minyak jelantah yang telah disaring, larutan NaOH, air, wadah pencampur, alat pengaduk, dan cetakan silikon. Sebelum praktik dimulai, peserta diberikan penjelasan mengenai pentingnya menjaga keselamatan selama proses pembuatan sabun, terutama saat menggunakan larutan NaOH.
Setelah sesi penyampaian materi, peserta mengikuti praktik pembuatan sabun dengan didampingi oleh mahasiswa KKN. Setiap tahapan diperagakan secara langsung, mulai dari proses pencampuran bahan hingga menuangkan adonan ke dalam cetakan. Peserta tampak antusias mengikuti setiap langkah, mengajukan berbagai pertanyaan, serta mencoba secara langsung proses pembuatan sabun. Seluruh anggota KKN turut berperan dalam mendampingi peserta, membantu proses praktik, serta memastikan kegiatan berjalan dengan aman, tertib, dan lancar.
Melalui kegiatan pelatihan ini, diharapkan anak-anak Desa Karangturi semakin memahami pentingnya menjaga lingkungan dengan mengurangi pencemaran akibat limbah rumah tangga. Selain memperoleh pengetahuan baru, peserta juga mendapatkan keterampilan sederhana dalam mengolah minyak jelantah menjadi sabun yang bermanfaat. Edukasi sejak usia dini ini diharapkan dapat menumbuhkan kebiasaan peduli lingkungan serta mendorong masyarakat untuk lebih bijak dalam mengelola limbah rumah tangga sehingga tercipta lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan.