Berita 05 Aug 2026 12 Dilihat

Tingkatkan Literasi Kebencanaan, Mahasiswa KKN Unsoed Edukasi Siswa MI Ma’arif NU dan SDN Karangturi

Website Resmi Desa Karangturi

Karangturi, Sumbang – Tingkat literasi merupakan hal yang krusial bagi masyarakat, terutama bagi anak-anak yang berada pada usia sekolah. Masa sekolah menjadi waktu yang penting untuk meningkatkan kemampuan literasi sekaligus menanamkan pengetahuan yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Berangkat dari hal tersebut, Mahasiswa KKN Tematik Kebencanaan Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Kelompok 15 menginisiasi kegiatan literasi yang berfokus pada mitigasi bencana di MI Ma’arif NU Karangturi dan SDN Karangturi.

Setelah sebelumnya melaksanakan sosialisasi mengenai Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) serta pemilahan sampah, mahasiswa KKN Kelompok 15 kembali menghadirkan kegiatan edukatif dengan mengangkat tema kebencanaan. Kegiatan literasi mitigasi bencana ini dilaksanakan pada 22–23 Juli 2026 di MI Ma’arif NU Karangturi dan SDN Karangturi. Kegiatan dilakukan melalui literasi mitigasi bencana berbasis buku cerita bergambar yang mengenalkan berbagai jenis bencana serta upaya mitigasi yang dapat dilakukan. Selain membaca bersama, siswa juga diajak berdiskusi dalam kelompok melalui Focus Group Discussion (FGD) dan mempresentasikan hasil diskusi di depan kelas.

Kegiatan diawali dengan perkenalan mahasiswa KKN, kemudian dilanjutkan dengan pembagian siswa ke dalam beberapa kelompok. Setiap kelompok didampingi oleh satu hingga dua mahasiswa KKN dan memperoleh satu buku cerita bergambar yang membahas jenis bencana yang berbeda, seperti gempa bumi, tanah longsor, badai, gunung meletus, banjir, dan tsunami. Setiap kelompok diberikan waktu selama 20 menit untuk melaksanakan FGD yang meliputi kegiatan membaca bersama, berdiskusi mengenai isi dan resensi buku, serta mengidentifikasi pesan dan upaya mitigasi bencana yang terdapat dalam cerita. Setelah diskusi selesai, setiap kelompok diberi kesempatan untuk menceritakan kembali isi buku dan menyampaikan hasil pembahasannya di depan kelas.

Kegiatan berlangsung dengan lancar dan interaktif. Siswa tidak hanya membaca cerita secara bergantian, tetapi juga diajak menelaah kembali jenis bencana yang terdapat dalam cerita serta mengenali langkah-langkah mitigasi yang dapat dilakukan sebelum, saat, maupun setelah bencana terjadi. Melalui metode tersebut, kegiatan literasi tidak hanya berfokus pada kemampuan membaca, tetapi juga mendorong siswa untuk memahami informasi, berdiskusi, menyampaikan pendapat, dan mengomunikasikan kembali pengetahuan yang diperoleh.

Hasil pelaksanaan kegiatan di kedua sekolah menunjukkan respons yang antusias dari para siswa. Mereka terlihat aktif mengikuti proses membaca dan diskusi serta berani menyampaikan hasil pemikiran kelompok di depan kelas. Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan literasi siswa sekaligus membangun pemahaman dan kesadaran mengenai pentingnya kesiapsiagaan serta mitigasi bencana sejak usia dini.

Tulis Komentar