Karangturi, Sumbang – Langkah nyata dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, dan bebas dari kekerasan terus digulirkan di Kecamatan Sumbang. Guna mewujudkan visi sekolah ramah anak, Bhabinkamtibmas Kecamatan Sumbang, Bapak Mirza, menggandeng secara erat mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) untuk menggelar Deklarasi Anti-Bullying. Kegiatan preventif yang terintegrasi dalam Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) ini dilaksanakan secara terpusat di halaman depan MI Ma'arif NU Karangturi, menyasar seluruh siswa dari kelas 1 hingga kelas 6.
Kolaborasi strategis antara aparat kepolisian dan elemen mahasiswa ini terbukti menjadi formula sukses dalam menghidupkan suasana dinamis sejak menit pertama acara dimulai. Di bawah kendali Muti dan Wira yang bertindak sebagai pemandu acara (MC) utama, atmosfer halaman sekolah seketika dipenuhi energi positif. Gaya pembawaan kedua mahasiswa yang interaktif, komunikatif, dan penuh humor berhasil menjembatani penyampaian materi hukum dan ketertiban yang dibawa oleh Bapak Mirza menjadi konsumsi yang ringan, edukatif, serta mudah dipahami oleh anak-anak usia dasar.
Keberhasilan Bapak Mirza dalam mengomunikasikan pesan-pesan kamtibmas direspons dengan antusiasme yang luar biasa oleh ratusan siswa. Sepanjang sesi sosialisasi, anak-anak tampak begitu aktif menjawab pertanyaan dan mengikuti setiap arahan dengan ceria. Kehadiran teman-teman mahasiswa KKN lainnya di sekeliling halaman sekolah turut mempertebal keseruan acara. Mereka dengan sigap mendampingi dan memotivasi para siswa di setiap saf barisan, memastikan seluruh peserta dari kelas rendah hingga kelas tinggi tetap fokus dan terlibat penuh dalam setiap segmen kegiatan.
Puncak dari rangkaian acara ini ditandai dengan aksi teatrikal pembuat komitmen bersama melalui cap tangan berwarna sebagai simbolis deklarasi anti-bullying. Dalam prosesi sakral dan penuh kebersamaan ini, Fauzi hadir maju ke depan sebagai perwakilan resmi dari mahasiswa KKN, bersanding langsung dengan Bapak Mirza, jajaran guru, dan perwakilan siswa untuk menorehkan cap telapak tangan pada banner yang telah disediakan. Aksi simbolis ini bukan sekadar seremonial belaka, melainkan menjadi bukti otentik komitmen kuat bersama antara kepolisian, akademisi, dan pihak madrasah dalam membentengi MI Ma'arif NU Karangturi dari segala bentuk perundungan demi masa depan generasi emas yang lebih sehat secara mental.